MAKALAH PSIKOLOGI UMUM
Disusun
Untuk Memenuhi T ugas Kuliah
Mata
kuliah : Psikologi Umum
Dosen
Pembimbing : Dina Fariza T.S,M.Psi
Di Susun Oleh
Kelompok
Sopian : 13.21.015264
Yulianti : 13.21.015266
Krisnila :11.21.1239
Yuliara
Fitriani :13.21.014498
Dwi
retnosari
:13.21.014874
UNIVERSITAS
MUHAMMADIAH PALANGKA RAYA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM
STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
TAHUN
AKADEMIK 2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
ALLAH SWT yang telah memberikan
kesehatan dan keselamatan kepada kami
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dengan lancar. Makalah ini kami buat
dengan judul “ Psikologi Umum” dengan
Mata Kuliah Psikologi Umum .
Makalah ini menjadi bahan untuk
pembelajaran kami dan untuk membantu mata kuliah kami di dalam makalah ini kami
membahas : Pengertian Psikologi , Pengertian Psikologi Umum dan Beberapa pembahasan tentang Psikologi Umum
seperti : pengertian ,pengamatan dan tanggapan.
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
...........................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN ……………………………………………………………
A. Latar
Belakang…………………………………………………………………..
B. Rumusan
Masalah……………………………………………………………….
C. Tujuan……………………………………………………………………………
BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………………….
A. Pengertian Psikologi
……………………………………………………………..
B. Pengetian Psikologi umum
…………………………………………………….....
C. Beberapa pembahasan dalam Psikologi Umum
………………………………...
1. Perhatian ……………………………………………………………………..
2. Pengamatan…………………………………………………………………...
3. Tanggapan ……………………………………………………………………
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………….....
A. Kesimpulan …………………………………………………………………….
B. Saran ……………………………………………………………………………
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………
BAB
I
Pendahuluan
A. Latar
belakang
Pada
saat ini ilmu psikologi sudah semakin luas,psikologi terbagi menjadi
beberapa,diantaranya adalah psikologi umum,psikologi kepribadian,psikologi
perkembangan dan lain – lain.psikologi umum adalah ilmu jiwa yang mencakup
secara umum,dalam pendidikan terutama bagi guru Bimbingan dan Konseling ilmu
psikologi juga baerperan pinting.karena pada umumnya seorang pendidik atau
konselor harus mempunyai ilmu yang berbasisi psikologi agar dapat mengatasi
masalah yang terjadi disekolah.
Psychologi umum ialah psikologi yang
menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis
manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan yang beradab(berkultur),kedudukan psikologi dalam sistematika ilmu
pendidikan adaah Psychologi yang mula-mula tergabung dalam filsafat,
akhirnya memisahkan sendiri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal
ini adalah jasa dari Wilhelm Wundt Yng mendirikan laboratorium psikologi yang
pertama-tama pada tahun 1879 untuk menyelidiki peristiwa-peristiwa kejiwaan
secara eksperimental.
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan psikologi
?
2. Apa yang dimaksud dengan psikologi
umum ?
3. Bagaimana Metode – metode dalam
psikologi umum ?
C. Tujuan penulisan
1. Agar mengetahui mengenai psikologi
2. Agar memahami maksud dari psikologi
umum
3. Agar mengetahui metode – metode
dalam psikologi umum
BAB II
Pembahasan
A.
Penertian
psikologi
Psikologi adalah ilmu yang sudah
mulai berkembang sejak abad 17 dan 18 serta nampak pesat kemajuannya pada abad
20. Pada awalya ilmu ini adalahbagian daripada filsafat
sebagaimana pula ilmu-ilmu yang lain seperti misalnya ilmu hukum tatanegara
maupun ilmu ekonomi, namun kemudian memisahkan diri dan berdiri sebagai ilmu
tersendiri[1][1].
Semuanya itu bersumber dari tuhan yang maha esa sebagai pencipta segala
sesuatu,dan hasil ciptaan itulah yang menjadi obyek atau sasaran dari berbagai
cabang ilmu pengetahuan. Karenanya sebagai sumber ilmu pengetahuan adalah tuhan
yang Maha Esa. Yang lahir pertama kali adalah filsafat, yang membahas hakekat
segala sesuatu. Dari padanya lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan, oleh
karna itu dalam semua ilmu-ilmu yang telah memisahkan diri dari filsafat itu
akan dijumpai tokoh-tokoh filsafat kuno seperti, socrates, plato dan
aristoteles yang ikut mengembangkan fikiran dan penemuannya dalam ilmu-ilmu
tersebut sehinga tokoh-tokoh nanti akan dijumpai juga dalam mempelajari
psikologi serta cabang-cabang psikologi[2][2].
“Psikologi“ berasal dari perkataan Yunani ”Psyche” yang artinya jiwa, dan ”Logos” yang artinya ilmu pengetahuan.
Secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik
mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latarbelakangnya[3][3].
Menurut Rosleny Marliany[4][4] psikologi
dapat diartikan ilmu jiwa. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam
pengertian jiwa sebagai soul atau roh, tetapi lebih mempelajari kepada
gejala-gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang
kejiwaan seseorang atau spirit dari manusia sebagai mahluk yang berjiwa.
B.
Pengertian psikologi umum
Psikologi umum mempelajari tingkah laku
manusia budaya yang normal dan dewasa pada umumnya,dengan melihat manusianya
sebagai individu yang kurang lebih “terisolasi”.Dalam hal ini “terisolasi”
diartikan sebagai hasil dari penelitian atau eksperimen yang diperoleh dalam
laboratorium dan ruang – ruang studi,dan kurang lebih “tidak dipengaruhi faktor
– faktor lingkungan ”.Melaui metode sedmikian orang ingin mendapatkan ciri-ciri
umum dari tingkah laku manusia dan gejala – gejala psikis.memang perbedaan
tidak diingkari adanya. Akan tetapi perbedaan tersebut tidak diteliti lebih
mendetail,dengan
begitu psikologi umum cendrung mengabtraksikan perbedaan individual itu.
Dalam hal ini gejala diartikan sebagai : peristiwa,kejadian
khusus yang berlangsung secara singkat sampai lama,perbuatan atau “akte” dan disposisi.contoh : pengindraan dan
pengamatan disebut sebagai gejala,sedangkan kegiatan pertimbangan dan berfikir,dikelompokan
dalam perbuatan aktivitas atau “akte”.ingatan,fantasi dan kecerdasan
digolongkan kedalam kategori disposisi atau kesanggupan.maka untuk mempermudah
semua kemampuan psikis itu disebut gejala.
4.
Menurut
Dr. Singgih Dirgagunarsa:
Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
2. Plato
dan Aristoteles, berpendapat bahwa:
Psikologi
ialah ilmi pengetahuan yang mempelajari tentang hakiakat jiwa serta prosesnya
sampai akhir
5.
John
Broadus Watson,
Memandang
psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi sebagai ilmu pengetahuan
yang mempelajari tingkah laku nampak(lahiriah) daengan menggunakan metode
observasi yang obyektif terhadap rangsang dan jawaban(respons)
6.
Withelm
Wundt,
Tokoh
psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan
yang mempelajari penglaman-pangalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti
perasaan pancaindra, fikiran, merasa(feeling) dan kehendak
7.
Woodworth
dan marquis
Psikologi
ialah: ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu dari sejak masih
dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar
Dari
hal diatas dapat disimpulkan bahw pengertiqn psychologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari semua tinhgkah laku dan perbuatan aindividu, dalam mana individu
individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya
Maka untuk mempermudah semua
kemampuan psikis itu disebut gejala.sebelum mempelajari Geajala psikis
(kenyataan psikis) ada baiknya kita mengetahui mengenai susunan syaraf yang
menjadi pusat kesadaran manusia.
A. Susunan
syaraf
Susunan syaraf adalah segenap
otak yang ada di kepala,ditambah dengan semua syaraf dan sel – sel syaraf
diseluruh badan.susunan syaraf terdiri dari : susunan syaraf sentral (otak besar dan otak kecil,sumsum
perpanjangan dan susum tulang belakang) dan susunan periferi (semua indra dan sraf – saraf ) susunan ini
menghubungkan organ – organ pusat dengan semua bagian tubuh.
Susunan saraf terdiri atas banyak
sel,sel yang mempunyai bentuk yang sama dikelompokan menjadi jaringan,pada jaringan dibedakan
menjadi 2 jenis,yaitu : neuron sel saraf
dalam pengertian sempit dan sel
neuroglia SEL YANG PLNG BNXK DTMUKAN DLM SEL SARAF atau sel penyangga saraf yang paling sedikit
mempunyai 2 tonjolan(bahkan lebih banyak).Tonjolan – tonjolan yang menyampaikan
perangsang kapada sel disebut dendrit.sedangkan tonjolan yang melepaskan
perangsang dari sel disebut neurit.Dengan bantuan tonjolan – tonjolan tersebut
yang masing – masing yang mempunyai bentuk tonjolan
sendiri – sendiri yang lebih halus(disebut fibril) neuron berhubungan satu sama
lain.
Neuron
bertugas sebagai
penerima dan penyampai rangsang,cara kerjanya secara sentrifugal yaitu dari dalam menuju keluar .dan sentripetal dari luar kedalam.Pada
kelelahan rokhaniah tonjolan – tonjolan itu menjadi berjauhan sehingga
penerimaan rangsangan menjadi terhambat atau terlambat.Luka – luka pada otak
dapat mengakibatkan gangguan psikis,berdasarkan penelitian pada beberapa hewan
bahwa jika bagian tertentu dari otak mengakibatkan binatang itu lumpuh,buta dan
tuli.fakta juga membuktikan bahwa fungsi psikis dan kesadaran manusia
bergantung pada keadaan dan struktur otaknya,pukulan pada kepala dapat
mengkibatkan orang pingsan,sedang geger otak menyebabkan gangguan ingatan.
Menurut
Broca dokter prancis (1860) menemukan sentrum kemampuan bicara pada salah satu
lekukan dibagian kiri otak (broca).
B. Refleks
Refleks
adalah reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang dan berlangsung diluar
kemauan kita.refleks ada 2 yaitu :
a.
Refleks bersyrat = timbul oleh pengaruh
lingkungan,atau sebagai produk dari latiahan.
b.
Refleks tidak bersyrat = bawaan sejak lahir.
Aliran behaviorisme
disebut juga sebagai psikologi tingkah laku menyatakan refleks sebagai sumber
tingkah laku manusia.menurut mereka manusia itu mesin refleks,bakat dan sifat
keturunan tidak mempunyai arti,yang paling penting adalah pendidikan.sebab
manusia itu identik sama sewaktu ia dilahirkan,ia merupakan mahluk
kebiasaan,sehingga pendidik secara bebas pasti mampu mempengaruhi semua refleks
– refleksnya.
C. Alat
Dria atau Indra
Alat indra adalah alat penghubung
antar dunia luar dengan dunia manusia,merupakan ujung dari saraf yang disusun
untuk menerima rangsang. Alat indra manusia ada 5 yaitu :
1.
Mata ,Manusia mampu melihat
menggunakan mata,karena ada perangsang visual,selaput jala mengandung alat
penerima,didalamnya terdapat sel – sel pengelihatan yang peka terhadap cahaya
dan berhubungan langsung dengan ujung – ujung saraf pengelihatan.
2.
Telinga,Manusia mampu mendengar karena
perangsang suara,gendang pendengar menyampaikan getaran – getaran pada tulang
pendengar (palu,paron,dan sanggurdi) sedang telinga sebenarnya terdiri atas :
liku – liku,rumah siput,dan 3 buah kanal berbentuk lingkaran.alat teling
gunanya untuk menyampaikan perangsang suara pada kulit otak.
3.
Lidah,Alat pengecap,alat penerima
rangsangnya (perangsang khemis) terdapat pada dinding papil (tonjolan
berselaput lendir di bagian atas),dengan bantuan lendir ini kita dapat
merasakan zat – zat yang sudah dihancurkan/dilarutkan.
4.
Hidung,Alat pembau terdapat
dihidung,terdiri atas sel – sel pembau,dan terletak didalam selaput lendirdari
lekuk hidung seluas 5 cm.perangsang pembau juga termasuk perangsang khemis tapi
hnya dapat menerima dalam bentuk gas (perangasang gas).
5.
Kulit.Alat perangsang yang menerima
rangsangan berupa sentuhan.
Selain itu ada pula organ yang
disebut indra keseimbangan,dan indra gerak.yaitu berupa ujung – ujung saraf
pada persendian yang menyampaikan peristiwa gerak.lalu ada indra penyampai
peristiwa yang terjadi pada organ – organ dalam tubuh.misalnya menyampaikan
isyarat – isyarat dari paru – paru,lambung,jantung,hati,usus dll.oleh karena
itu indra bisa dikatakan lebih dari 5.
D. Pembagian
dari gejala kesadaran
Untuk
memahami fungsi gejala kesadaran,orang secara teoritis membuat satu skema
pembagian.gejala kesadaran tidak pernah tunggal,sekalipun itu
pengamatan,tanggapan,perasaan dan kemauan.gejala itu tidak dapat terisolir satu
sama lain. Gejala kesadaran ada 4 kelompok:
a.
Gejala pengenalan : penghayatan,pengamatan,tanggapan,asosiasi,reproduksi,ingatan,fantasi,berfikir,dan
intelegensi.
b.
Gejala perasaan : perasaan
intelektual,religius,sosial,haraga diri.
c.
Gejala kemauan :
dorongan,nafsu,keinginan,kecendrungan,instink dan kemauan
d.
Gejala campuran : kecapaian,perhatian dan
sugesti.
8. METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI
Suatu metode penyelidikan dalam
suatu ilmu adalah suatu keharusan mutlak adanya, apa lagi kalau ilmu itu
berdiri sendiri, ini harus ditandai oleh adanya metode-metode tersendiri untuk
menyalidiki terhadap obyeknya, obyek psikologi adalh penghayatan dan perbuatan
manusia dalam alam yang komplek dan selalu berubah
Berdasarkan
renungan-renungan dan pengalaman-paengalaman maka akan diapatkan metode-metode
sebagai berikut:
A. Metode
yang bersifat filoifis ada beberapa macam antara lain:
1. Metode
intuitip
Metode ini dilakukan dengan cara sengaja untuk
mengadakan suatu penyelidukan atau dengan cara tidak engaja dalam pergaulan
sehari-hari
2. Metode
kontemplatif
Metode ni dilakukan dengan jalan merenungkan obhek
yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita. Alat utama
yang dipergunakan adalah pekiran yang benar-benar sudah dalam keadaan obyektif
3 .Metode
filosofis religius
Metde ini digunakan dengan mempergunakan materi-materi
agama, sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia
B .metode yang
bersifat empiris dapat dibagi menjadi:
9. Metode obserfasi
metode obserfasi ialah metode untuk mempelajari
kejiwaan dengan sengaja mengamati secara langsung, teliti dan sistematis.
Obserfasi
dapat melalui tiga cara:
10. Metode introspeksi
Istilah introspeksi berasal dari bahasa latib: (intro:
dalam; dan speaktare: melihat). Jadi pada introspeksi individu mengalami
sesuatu dan ia sendiri dapat pula mengamati, mmpelajari apa yang dihayati itu.
11. Metode instropeksi eksperimental
Istilah introspeksi eksperimental ialah suatu metode
introspeksi, yang dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen-eksperimen secara
sengaja dan dalam suasana yang dibuat
12. Metode ekstropeksi
Metode ekstropeksi ialah suaru metode dalam ilmu jiwa
yang berusaha untuk menyaliduki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur
gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa orang lain dan mencobq
mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa yang yang ditunjukkkan
dari mimik dan pantomimik orang lain
2. Metode
pengumpulan bahan
Dengan teknik ini, dimaksudkan suatu penyelidikan yang
dilakukan denagan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan daftar
pertanyaan dan jawaban (angket).
Penyelidik
dapat menempuh dengan melalui tiga cara:
13. Metode angket interview
Adalah suatu penyelidukan yang dilaksanakan denagan
menggunakan daftr peretanyaan mengenai gejala-gejala kejiwaan yang harus
dijawab oleh oarng banyak, sehingga berdasarkan jawaban yang diperolehnya itu,
dapat diketahui keadaan jiwa seseorang
b .Metode
biografi
Metode ini merupakan likisan atau tulisan perihal
khidupan seseorang, baik sewaktu ia masih hidup maupun sesudah ia meninggal
c .Metode
pengumpulan bahan
Yaitu suatu metode yang dilaksanakan dengan jalan
mengumpulkan bahan-bahan terutama pengumpulan gambar-gambar yang dibuat oleh anak-anak
3.Metode
eksperimen(percobaan)
Istilah eksperimen(percobaan) dalam pskologi berarti
pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan
sengaja Tujuan eksperimen ialah untuk mengetahui sifat-sifat ymum dari
gejala-gejala kejiwaan
14. Metode Klinis
Yang disebut metode klinis ialah, nasihat dan bantuan
kedokteran, yang diberikan kepada pasien, oleh ahli kesehatan. Metode klinis
yang diterapkan dalam psikologi ialah: kombinasi dari bantuan klinis-medis
dengan metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien
15. Metode interview
Interview
merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan
16. Metode testing
Metode ini merupakan metode penyelidikan dengan
mennggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas-tugas lain yang telah
di setandardisasikan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Padakesimpulanyabahwailmupsikologiumumadalahilmu yang
mempelajaritentangilmuperilakumanusia , budaaya yang noral .
dalampsikologiterdapatbeberapapembahasansepertiperhatianyaituperasaantertariknyaseseorangterhadaporng
lain
sedangkanpengamatandoronganindividumenjadisamaengan orang lain
baiksecaralahiiahmaupunbatiniahcontohnyaseoranganaklaki-lakinginmenjadisepertiayahnya
. prosestersebutawalnyaberlangsungsecaratidaksadardanahirnyadenganmenggunakanperasaanataucenderungsecararasional,
dantanggapansecaragarisbesaradalahgambaranpengamatan yang tinggal di kesadarankitasesudahmngamati.
B.
Saran
Semogapenjelasan di
dalammakalahinikitabisamenambahpemahamankitauntukpengetahuanPsikologiUmum .
Makalahinisangatjaauhdarikesempurnaanolehkarnaitu kami
sebagaipenyusunmakalahinimohonkritik,
saran danmasukanya agar kedepanya
kami bisamemperbaikikesalahandankekurangandalammakalah kami.
Daftar pustaka
DR.Kartono kartini,(1996),Psikologi Umum,Bandung : Mandar Maju
http://bayu96ekonomos.wordpress.com/artikel-artikel/artikel-kesehatan/psikologi-umum/
Patty MA,
Prof. F. Dkk. 1982. Pengantar Psikologi Umum. Usaha Nasional : Surabaya.
Marliany,
Rosleny. 2010. Psikologi Umum. CV Pustaka Setia : Bandung.
Ahmadi, Abu.
2007. Psikologi Sosial. PT Rineka Cipta : Jakarta.
Sujanto,
Agus. 2005. Psikologi Umum. Pustaka Bani Quraisy : Bandung.
Ardhana,
Sudarsono. 1963. Pokok-Pokok Ilmu Jiwa Umum. Usaha Nasional : Surabaya.
Jadi, sebelum memberikan tanggapan (respon) kita lebih dulu memperhatikan dan mengamati.... :D
BalasHapus